7 05 2009

SISTEM PEREDARAN DARAH PADA HEWAN VERTEBRATA

Seluruh hewan vertebrata (termasuk manusia) mempunyai sistem peredaran darah tertutup yang disebut sistem kardiovaskuler. Sistem tersebut terdiri atas otot jantung, pembuluh darah, dan darah.
Jantung terdiri atas serambi dan bilik. Serambi adalah bagian yang menerima darah, sedangkan bilik adalah bagian yang memompa darah ke luar dari jantung.
Pembuluh darah berfungsi untuk mengangkut darah yang keluar ataupun menuju jantung.Ada tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri (pembuluh nadi), kapiler (pembuluh halus), dan vena (pembuluh balik).
Dalam sistem kardiovaskuler, jantung dapat dilewati oleh aliran darah sebanyak sekali ini sering disebut sistem peredaran darah tunggal atau dua kali dan ini sering di sebut sistem peredaran darah ganda. Sistem peredaran darah tunggal hanya dimiliki oleh ikan.
Jantung (cor) sebagai pusat peredaran darah, perkembangan jantung verterata sebagai berikut :
• Pisces
Jantung sudah terbagi menjadi 2 ruang a yaitu 1 atrium (serambi) dan 1 ventrikel (bilik).
• Amfibia
Jantung sudah terbagi menjadi 3 ruangan yaitu 2 atrium (serambi) dan 1 ventrikel (bilik).
• Reptilia
Jantung terdiri dari 4 ruangan yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel tapi belum sempurna akibat masih adanya lubang yang disebut dengan foramen panizzae.
• Aves
Jantung sudah terbagi menjadi 4 ruangan yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel.
• Mammalia
Jantung sudah terbagi menjadi 4 ruangan yang sempurna yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel.

A. Sistem Peredaran Darah Pada Pisces
Sistem peredaran darah ikan merupakan sistem peredaran darah tunggal, yaitu darah melewati jantung sekali dalam setiap peredaran. Jantung ikan terbagi menjadi dua ruangan. Yaitu satu serambi dan satu bilik.
Seluruh darah yang masuk ke jantung melalui vena mempunyai kadar O2 yang rendah dan CO2 yang tinggi. Darah tersebut disebut darah vena. Otot bilik akan memompa darah keluar dari jantung lewat arteri menuju kapiler di dalam insang. Daerah insang merupakan tempat terjadinya pertukaran gas, CO2 dibebaskan dan O2 diikat. Darah yang kaya O2 disebut darah arteri. Darah arteri kemudian mengalir menuju ke kapiler sistemik, yaitu kapiler yang menyebar ke seluruh tubuh. Darah dari sel-sel tubuh dikumpulkan ke vena. Seiring dengan waktu, darah yang miskin O2 masuk ke dalam vena dan dibawa kembali ke jantung.

B. Sistem Peredaran Darah Pada Amfhibi
Seluruh hewan verterata selain ikanm mempunyai sistem peredaran darah ganda, yaitu darah melewati jantung dua kali dalam setiap peredaran. Darah mengalir dari peredaran utama (besar) ke jantung, kemudian ke paru-paru dan kembali lagi ke jantung sebelum dipompa ke dalam peredaran utama. Dalam sistem peredaran darah ganda, terdapat tiga jalur peredaran darah, yaitu peredaran darah utama/besar (disebut peredaran sistemik), peredaran darah kecil, (disebut peredaran pulmonari), dan peredaran porta. Perbedaan ketiga jenis jalur peredaran darah tersebut dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Peredaran darah sistemik : bilik kiri  seluruh tubuh (kecuali paru-paru  serambi kanan.
2) Peredran darah pulmonary : bilik kanan  paru-paru  serambi kiri.
3) Peredaran Darah Porta : peredaran darah dari suatu organ ke organ lain sebelum mencapai jantung. Contoh : porta hepatica yang menghubungkan alat pencernaan dan hati.
Jantung amfhibi terdiri atas tiga ruang, yaitu dua serambi dan satu bilik. Hal yang sama juga tampak pada reptil, tetapi jantung reptile terdiri atas empat ruang dengan sekat di antara dua bilik belum sempurna. Serambi kanan menerima darah miskin O2 dari seluruh tubuh melalui vena sistemik, sedangkan serambi kanan menerima darah kaya O2 dari paru-paru melaui vena paru-paru. Meski hanya mempunyai satu bilik, dua aliran darah yang masuk ke dalam bilik hanya mengalami sedikit percampuran. Campuran darah yang masuk ke dalam bilik akan dipompa dan diedarkan ke seluruh tubuh, termasuk paru-paru.
Kondisi campuran darah dari serambi kanan dan kiri tidaklah jelek karena sebagian darah serambi kanan yang berasal dari kulit mengalami oksigenasi. Karena kulit amfhibi juga berperan dalam pengambilan O2 dari lingkungan. Pada saat amfhibi berada dalam air, paru-parunya menjadi kempis dan ketahana aliran darah yang menuju paru-paru meningkat. Tidak adanya sekat di dalam bilik memungkinkan darah yang telah teroksigenasi (di kulit) kembali masuk ke serambi kanan dan langsung dikirim ke seluruh tubuh. Energi untuk mengalirkan darah ke paru-parutidak lagi diperlukan.

C. Sistem Peredaran Darah Pada Reptilia
Pada reptilia, terdapat lebih sedikit lagi pencampuran darah yang kaya oksigen dengan darah yang kurang oksigen. Meskipun jantung reptilia berbilik tiga, Ventrikel ini terbagi secara parsial, dan dihuhungkan dengan Foramen Panizzae. Reptilia mempunyai sirkulasi ganda, yaitu sirkuit sistemik dan sirkuit pulmoner (pulmonary circuit), yang mengalirkan darah dari jantung ke jaringan pertukaran gas dalam paru-paru dan kembali ke jantung. Fungsi dari Foramaen Panizzae adalah :
1. Memungkinkan pemberian oksigen ke alat-alat pencernaan.
Dalam keadaan normal / di darat darah dari paru-paru kaya O2 masuk ke atrium kiri lewat vena vulmonalis, lalu ke ventrikel kiri, terus ke ventrikel kanan melaui Foramen panizzae, kemudian masuk ke aorta kiri, lalu ke arteria coeliaca, selanjutnya masuk ke usus. Andaikata Foramen panizzae tidak ada maka aorta kiri yang mendapat darah dari ventrikel kanan (tanpa oksigen) akan memberikan darah tanpa oksigen ke usus.
2. Untuk memberikan keseimbangan tekanan dalam Jantung waktu hewan menyelam.
Sebelum menyelam paru-parunya penuh di isi udara sehingga paru-paru memuai dan udara mengadakan tekanan kepada pembuluh-pembuluh darah yang ada di paru-paru. Akibatnya seluruh peredaran darah paru mendapat tekanan yang termasuk arteria pulmonalis. Dengan demikian maka darah yang berasal dari ventrikel kanan yang seharusnya masuk ke arteria pulmonalis tidak dapat masuk. Karena adanya Foramen panizzae maka darah tersebut mengalir melalui foramen ini ke ventrikel kiri, sehingga tekanan darah di jantung kanan dapat dikurangi. Dalam keadaan ini aorta kiri dan usus semata-mata mendapat darah yang tanpa oksigen.

D. Sistem Pencernaan Aves
Aves adalah hewan vertebrata pertama yang mempunyai tipe sirkulasi ganda yang telah sempurna. Tidak ada pencampuran darah arteri dan vena. Sinus venosus telah menghilang pada hewan ini. Tiga vena besar yaitu dua vena cava anterior dan satu vena cava posterior yang masuk langsung ke dalam atrium kanan. Vena pulmonalis mengembalikan darah yang yang sudah kaya akajn oksigen dari paru-paru ke atrium kiri. Jantung pada aves relative lebih besar dibandingkan dengan jantung vertebrat yang sebelumnya. Kedua atriumnya berdinding tipis. Ventrikel sudah terpisah sempurna seperti pada buaya. Dinding otot ventrikel kiri jauh lebih tebal daripada ventrikel kanan. Abtara atrium kanan dan ventrikrl kanan dipisahkan oleh suatu valvula tunggal. Seadng pada atrium kiri dan ventrikel kiri dipisahkan oleh dua valvula yaitu valvula bicuspidalis. Pada Aves hanya ada dua pembuluh darah yang meninggalkan jantung yaitu aorta pulmonalis dari ventrikel akanan dan arcus aorta dari ventrikel kiri.

E. Sistem Peredaran Darah pada Mammalia (Manusia)
a. Sistem peredaran darah sistemik (peredaran darah panjang)
Darah mulai dari bilik (ventrikel) kiri samapi serambi (atrium) kanan pada jantung. Peredaran darah sistemik dimulai dari adanya kontraksi ventrikel kiri yang mneyebabkan darah mengalir melalui aorta. Dari aorta, darah akan mengalir melalui arteri, arteriol dan kapiler sampai semua jaringan tubuh. Dari akpiler jaringan tubuh, darah akan dialirkan ke serambi kanan jantung.
Fungsi system peredaran darah sistemik ini adalah untuk membawa oksigen dan nutrisi serta hormone ke sel jaringan dan mengalihkan atau mengambil zat sisa metabolism.

b. Sistem Peredaran darah paru-paru (pulmonary circulation)
Peredaran darah ini dimulai dari ventrikel kanan sampai atrium kiri. Peredaran darah paru-paru dimulai dari kontraksi ventrikel kanana yang mendorong darah ke arteri pulmonaris yang kemudian mengalir ke kapiler paru-paru. Pada waktu mengalir di apru-paru, darah menerima atau mnegikat oksigen dan melepaskan karbondioksida. Dari paru-paru, kemudian darah mengalir melalui vena pulmonalis menuju atrium kiri.
Pada waktu darah melalui paru-paru akan terjadi oksigenasi yaitu proses berdifusinya oksigen dari paru-paru ke dalam darah. Hal inilah yang mneyebabkan darah yang meninggalkan paru-paru banyak mengandung oksigen. Sebaliknya selama di dalam paru-paru, darah melepaskan karbondioksida ke paru-paru.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: