4 03 2009

Dalam keadaan normal pembuahan terjadi id daerah tuba Falopii yaitu ampula/ infundibulum. Sperma bergerak cepat dari vagina ke dalam rahim dan masuk ke dalam Tuba Falopii.
Kejadiannya adalah sebagai berikut:
a. Penetrasi Sperma
Oosit skunder mengeluarkan fertilizing untuk menarik sperma agar mendekatinya. Sperma harus menembus lapisan-lapisan yang mengelilingi oosit skunder dengan cara mengeluarkan enzim hialuronidase untuk melarutkan senyawa hialuronid pada corona radiate, lalu mengeluarkan akrosin untuk menghancurkan glokoprotein pada zona pellusida dan anti fertilizing agar dapat melekat pada oosit skunder.
b. Proses di sel telur
Sel-sel granulosit di bagian korteks oosit skunder mengeluarkan senyawa tertentu agar zona pelusida tidak dapat ditembus oleh sperma lainnya. Penetrasi sperma akan meransang sel telur untuk menyelesaikan proses meiosis II yang menghasilkan 3 badan polar dan satu ovum (inti oositskunder).
c. Setelah Penetrasi
Setelah sperma memasuki oosit skunder, inti atau nucleus pada kepala sperma akan membesar dan ekor sperma akan berdegenerasi
d. Penggabungan Inti
Terjadi penggabungan inti sperma yang mengandung 23 kromosom haploid dengan inti ovum yang mengandung 23 kromosom haploid sehingga menghasilkan zigot.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: