Pendekatan Pembelajaran

18 02 2009

CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

Contextual Teaching and Learning (CTL) pertama kali dikenalkan oleh The Washington State Concortiujm for Contextual Teaching and Learning yang melibatkan 11 perguruan tinggi, 20 sekolah dan lembaga-lembaga yang bergerak dalam dunia pendidikan di Amerika Serikat. Salah satu kegiatannya adalah melatih dan member kesempatan kepada guru-guru dari enam propinsi di Indonesia untuk belajar pendekatan kontekstual di Amerika Serikat, melaljui Direktorat SLTP Dinas Pendidikan Nasional.

Menurut Depdiknas Pendekatan CTL adalah merupakan konsep belajar yang membantu guru untuk mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat sehingga siswa mendapatkan arti dari belajar dan menyadari bahwa apa yang mereka pelajari adalah bekal bagi mereka di masa depan.

Hal-hal yang perlu dipahami dalam CTL:

1. CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa utnuk menemukan materi, artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman langsung

2. CTL mendorong siswa agar dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan dengan situasi kehidupan nyata, artinya siswa dituntut untuk dapat menankap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting, sebab dengan mengkolerasikan matreri dengan kehisupan nyata bukan saja bagi siswa materi itu akan berfungsi secara fungsional tetapi materi itu akan tertanam erta dalam memori siswa, sehingga tidak akan mudah dilupakan

3. CTL mendorong siswa untuk menerapkannya dalam kehidupan, artinya CTL bukanlah mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

Landasan teori pendekatan CTL:

1. Teori Belajar Jerome Bruner (Penemuan). Belajar merupakan usaha sendiri untuk menncari pemecahan masalah serta pengetahuan yang menyertainya sehingga mendapatkan pengetahuan yang benar-benar bermakna bagi dirinya

2. Teori Belajar Ausabel (Bermakna). Belajar adalah proses dikaitkannya informasi pada konsep-konsep yang relevan yang terdapat dalam memori seseorang

3. Teori belajar Piaget. Belajar berasal dari tiga bentuk pengalaman manusia yaitu pengetahuan fisik, logika matematika, dan pengetahuan social.

Karakteristik CTL

1. Menurut Blancard:

Menekankan pentingnya pemecahan masalah

Kegiatan belajar yang dilakukan dalam berbagai konteks

Kegaitan belajar dipantau dan diarahkan agar siswa dapat belajar mandiri

Mendorong siswa belajar dengan temannya dalam kelompok atau secara mandiri

Pelajaran menekankan pada konteks kehidupan siswa yang berbeda-beda

Menggunakan penilaian autentik

2. Menurut Depdiknas:

Kerjasama

Saling menunjang

Menyenangkan dan tidak membosankan

Belajar dengan bergairah

Pembelajaran terintegrasi

Menggunakan bernagai sumber

Siswa aktif

Sharing dengan teman

Siswa dan guru kreatif

Dinding dan lorong-lorong penuh denga hasil kerja siswa, gambar, artikel, humor dan lain-lain

Laporan kepada orangtua bukan hanya raport tetapi hasil karya siswa, laporan hasil praktikum, karangan siswa dan lain-lain.

Asas-asas CTL:

1. Kontruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Prinsip-prinsip kontruktivisme adalah:

Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri baik secar personal maupun social

Pengetahuan tidak dipindahkan dari guru ke siswa kecuali dengan kearifan siswa itu sendiri

Siswa aktif mengkontruksi terus menerus sehingga terjadi perubahan konsep yang lebih rinci, lengkap serta sesuai dengan konsep ilmiah.

Guru sekedar membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses kontruksi siswa belajar mulus.

2. Inquiry berarti pembelajaran didasarkan pada pencapaian dan penemuan melalui berpikir secara sistematis. Langkah-langkah dalam inquiry:

Merumuskan masalah

Mengamati dan melakukan observasi

Mneganalisis dan menyajikan hasil tulisan, gambar, laporan, bagan, table dan karya lain

Mengkomunikasikannya atau menyajikan hasil karya kepada para pembaca, teman sekelas, guru atau auidiens lain

3. Bertanay (questioning). Bertanya dapat dipandang sebagai refleksi dari keinginyahuan setiap individu, sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir. Fungsi kegiatan bertanya:

Menggali informasi baik administrasi maupun akademis

Membangkitkan respon siswa

Mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa

Mengetahui hal-hal yang diketahui siswa

Memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru

Untuk mebangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan bagi siswa

Untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa

4. Masyarakat belajar (Learning community). Dalam masyarakat belajar menyarankan agar hasil belajar yang diperoleh melalui kerjasama dengan orang lain. Kerjasama ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk baik dalam kelompok belajar secar formal maupun lingkungan yang terjadi secara ilmiah

5. Pemodelan (Modelling) adalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh siswa. Dengan modeling siswa dapat terhindar dari pembelajaran yang teoritis abstrak yang mungkin dapat terjadinya verbalisme

6. Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa yang sudah dilakukan dimasa lampau.

7. Penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) . Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui siswa apakah siswa benar-benar belajar atau tidak, apakah pengalaman belajar siswa memeiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangan baik intelektual maupun mental siswa.

Strategi pembelajaran yang relevan terhadap pendekatan CTL:

1. Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) adalah strategi membelajarkan siswa melalui pengoptimalan kegiatan intelektual, mental emosi, social dan motorik agar tujuan siswa tercapai.

2. Pendekatan Proses (Process Learning) adalah pendekatan pembelajaran yang menkankan pada bagaiamana ilmu pengetahuan dapat dibelajarkan kepada siswa oleh guru.

3. Pembelajarn Berdasarkan Kerja (Life-Skill education) merupakan pendekatan pengajaran dimana menggunakan konteks tempat untuk kerja, untu belajar materi sekolah dan bagaiamana materi sekolah tersebut digunakan di tempat kerja.

4. Pengajaran Autentic (Autenthic Instruction) merupakan pengajaran yang menghargai siswanya belajar dalam konteks bermakna. Pembelajaran tersebut membantu berpikir dan memberikan keterampilan siswanya dalam memcahkan masalah yang berguna dalam dunia nyata

5. Pembelajaran berdasarkan Inquiry (Inquiry Based Learning) yaitu strategi pengajaran yang mencontoh pada metode ilmiah dan memberikan kesempatan untuk belajar bermakna

6. Pembelajaran Berdasarkan MAsalah adalah pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah-masalah dunia nyata sebagai konteks bagi siswa untuk belajar berpikir kritis dan terampil memecahkan pengetahuan dari konsep-konsep dasar.

7. Pembelajaran Kooperatif yaitu pembelajaran yang memungkinkan siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mnediskusikan masalah-masalah tersebut dengan temannya.

8. Pembelajaran Jasa (Service Learning) yaitu pendekatan yang mengkombinasikan pelayanan masyarakat dengan pelajaran di sekolah yang didasarkan pada kesempatan untuk menyatakan tentang pelayanan itu dan menekankan pada hubungan antara pelayanan dengan pembelajaran akademik.

Peran Guru dalam CTL

Tugas gru dalam CTL adalah membantu siswa dalam mencapai tujuannya dimana guru hanya sebagai pengelola kelas dan pemberi informasi. Hal-hal yang harus dilaksanakan guru dalam pelaksanaan kontekstual:

1. Mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari siswa

2. Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama

3. Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa selanjutnya memilih dan menyajikan dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam pembelajaran kontekstual

4. Merancang pengajaran dengan mengkaitkan antara konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan hidup mereka.

5. Melaksanakan penilaian pengalaman siswa, dimana hasilnya nanti dijadikan bahan refrensi terhadap rencana pembelajaran dan pelaksanaan.

Lima bentuk belajar yang penting dalam CTL:

1. Mengkaitkan adalah strategi yang paling hebat dan merupaka inti kontruktivisme

2. Mengalami merupakan inti belajar kontekstual dimana mengaitkan merupakan menghubungkan informasi yang baru dengan pengalaman atau pengetrahuan sebelumnya

3. Menerapkan ketika siswa melakukan kegiatan pemecahan masalah

4. Kerjasama dimana siswa yang bekerja secara individu serig tidak membantu kemajuan yang signifikan dan sebaliknya

5. Mentrasfer yaitu guru membuat bermacam –macam pengalaman belajar dengan focus pada pemahaman bukan hafalan


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: