PERILAKU HEWAN

6 04 2009

 

Prilaku Hewan 

Prilaku adalah tindakan atau aksi yang mengubah hubungan antara organisme dan lingkungannya. Perilaku dapat terjadi akaibat stimulus dari luar. Reseptor diperlukan unutk mendekati stimulus, saraf diperlukan untuk mengkoordinasikan respond an efektor untuk melaksanakan aksi. Prilaku dapat juga terjadi karena adanya stimulus dari dalam, misalnya rasa lapar, memberikan motivasi akan aksi yang akan diambil bila makanan benar-benar terlihat atau tercium. Umunya perilaku suatu organisme merupakan gabungan stimulus dari dalam dan luar.

Bentuk prilaku dapat dibedakan menjadi:

a. Prilaku bawaaan

Prilaku bawaan merupakan prilaku yang dihasilkan oleh gen dan factor-faktor lingkungan. Prilaku memperlihatkan suatu kisaran variuasi fenotip (norma reaksi) yang bergantung pada lingkungan, dimana genotype itu diekspresikan. Factor-faktor lingkungan yang memepengaruhi prilaku adalah semua kondisi dimana gen yang mendasari prilaku itu diekspresikan. Hal ini meliputi lingkungan kimiawi di dalam sel dan juga semua kondisi hormonal, kondisi kimiawi dan fisik yang dialami oleh seekor hewan yang sedang berkembang di dalam sebuah sel telur atau di dalam rahim.

1. Taksis

Merupakan reaksi terhadap stimulus dengan bergerak secara otomatis langsung mendekati atau menjauh dari atau pada suatu tertentu terhadapnya. 

2. Refleks

Respon bawaan paling sederhana yang dijumpai pada hewan yang mempunyai system saraf. Refleks adalah respon otomatis dari sebagian tubuh terhadap suatu stimulus. Respon terbawa sejak lahir artinya sifat=nya ditentukan oeh pola reseptor saraf dan efektor yang diwariskan. Refleks rentan akan pemberian mekanismw pengeendalian yang teratur dengan baik yang mengarahkan  kontraksi refleks otot, menghambat kontraksi otot-otot antagonis dan terus-menerus memonitor keberhasilan yang dengannnya perintah-perintah dari otak diteruskan, dan dengan cepat serta otomatis membuat setiap penyesuaian sebgai pengganti yang perlu 

 

3. Naluri

Pola prilaku kompleks yang sebagaimana refleks, merupakan bawaan, bersifat agak tidak fleksibel dan mempunyai nilai bagi hewan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Naluri lebih rumit dibandingkan dengan refleks dan dapat melibatkan serangkaian aksi 

4. Pelepasan Prilaku naluriah

Sekali tubuh siap di bagian dalam untuk tipe prilaku naluriah tertentu, maka diperlukan stimulus luar untuk mengawali respon. Isyarat yang memicu aksi naluriah disebut pelepasan. Begitu respon tertentu dilepaskan, biasanya langsung selesai walaupun stimulus efektif segera diriadakan 

5. Prilaku ritme dan jam biologis

Merupakan prilaku berulang ulang pada interval tertentu yang dinyatakan sebagai ritme atrau periode.Daur prilaku ritme dapat selama dua jam atau setahun

 

b. Prilaku terajar

Prilaku terajar adalah prilaku yang lebih kurang diperoloeh atau domodifikasikan permanent sebagai akaibat darib pengalaman individu.

1. Kebiasaan

Hampir semua hewan mampu belajar untuk tidak bereaksi terhadap stimulus berulang yang telah dibuktikan tidak merigakan.Fenomena ini dikenal sebagai kebiasaan/habituasi dan nerupakan suatu contoh belajar sejati

2. Keterpatria/tanggap tiru imprinting

Merupakan pemnelajaran yang terbatas pada suatu waktu tertentu dalam kehidupan seekor hewan dan pada umumnya tidak balik/irreversible.Ikatan antara induka dan anak pada spesies yang merawat anak merupakan suatu bagian kritis dakm siklus reproduksi.Jika itu gagal,induk tidak akan memelihara anaknya.Hasilnya adalah kematiat keturunannyadan hilangnya kelestarian reproduksi bagi induk tersebut.

 

3. Respon yang diperlazimkan

Merupakan prilaku terajar yang paling sederhana,yang pada dasrnya adalah respon sebai hasil pengalaman.disebabkan oleh suatu stimulus yangberbeda dengan yang semula mrmicunya. Pelaziman terjadi paling cepat bila stimulus yang bukan diperlazimkan dan stimulus yang dipoerlazimkan sering diberikan bersama sama,tidak ada pengalihan perhatian dan diberikan semacam hadiah/imbalan untuk penampilan/prestasi yang berhasil terhadap respon Masyarakat tadi.

4. Pelaziman instrumental

Prinsip pelaziman sdapat dipakai melatih hewan melakukan tugas yang bukan pembawaan lahir. Dalam hal ini hewan ditempatkan pada suatu keadaan sehingga dapat vergerak bebas dan melakukan sejumlah kegiatan prilaku yang berlain-lainan

5. Motivasi

Diantara banyaknya hewan dihubungkan dengan kebutuhan fisiknya,seekor hewan yang haus akan mencari air dan merasa lapar akan mencari makanan. Kepuasan terhadap dorongan merupakan kekuatan motivasi di balik perilaku hewan tersebut. Sebagian besar prilaku spontan hewan-hewan ini merupakan akibat usaha memilhara homeostasis. Banyak diantara dorongan ini bersumber dalam hipotalamus dimana hipotalamus mengawali respon yang berakibat penurunan dorongan tersebut dan dapat pula menghambat beberapa diantara respon tadi bila titik kepuasan terjadi.

6. Konsep

Kebanyakan hewan memecahkan masalah dengan mencoba-coba. Selama ada motivasi yang memadai hewan akan mencoba setiap alternative dan secara bertahap yang berulang, belajar memecahkan masalahnya. 

7. Bahasa

Semua hewan memiliki suatu bahasa untuk saling berkomunikasi sesamanya 

8. Memori

Belajar bergantung kepada memeori atau ingatan. Jika organisme bermaksud memodifikasi perilakunya dari pengalaman, maka ia harus mampu mengingat apa pengalamnnya itu. Sekali sesuatu dipelajari, maka memori diperlukan agar yang dipelajarinya tetap ada. Ada dua teori dasar tentang memori:

a. memori merupakan proses yang dinamik dimana  sensasi menimbulkan impuls saraaf yang kemudian beredar untuk jangka waktu tak terbatas melalui jarring-jaring neuron dalam system saraf pusat

b. setiap sensasi yang diingat kembali mengakibatkan sedikit perubahan fisik yang ada di dalamnya 

Dalam berbagai macam prilaku maka beberapa system yang terlibat diantara resptor indra, system saraf dan protota. Hewan dihadapkan pada empat bentuk perintah yang menompang hidupnya yang merupakan perilaku adaptif  yaitu:

1. Prilaku makan

Hewan beragam dalam keluasan cita rasanya. Dari yang sangat khusus hingga ke pemakan umum yang dapat memilih diantara sekumpulan spesies yang dapat dimakan. Tujuan makan adalah untuk mendapat energi tetapi energi itu akan kembali digunakan untuk mencari makanan. Jadi hewan berprilaku sedemikian rupa untuk memaksimumkan perbandingan kerugian atau keuntungan dari pencarian makanan itu. 

2. Perilaku mempertahankan diri

Perilaku berkisar melarikan diri dari pemangsa potensial akan t tidak dimangsa

a. Mimikri adalah cara mempertahankan diri terhadap musuh dengan cara menyerupai sesuatu, secara khas menyerupai tipe lain organiseme lain

b. Kamuflase adalah cara mempertahankan diri dengan cara menyamar terhadap warna, pola dan bentuk sehingga menyerupai lingkungan sekitarnya

c. Autotomi adalah cara memepertahankan diri dengan memotong atau memutuskan salah satu bagian hidupnya

d. Mengeluarkan bau atau cairan tubuh

3. Bertahan hidup dalam lingkungan fifik

Kebanyakan hewan hanya dapat bertahan hidup dalam kisaran waktu, salinitas, kelembaban tertentu dan sebagainya. Kisaran ini relative luas bagi hewan seperti mamalia dan burung yang banyak mempunyai mekanisme yang efisien untuk mempertahankan kendali homeostatis terhadap lingkungan 

4. Prilaku Reproduksi

Reproduksi adalah proses untuk menghasilkan organisme baru dengan cirri-ciri yang sama dengan organisme induknya serta bersifat fertile. Tujuan dari reproduksi adalah untuk mempertahankan jenisnya sehingga terhindar dari kepunahan. Reproduksi ini juga dipengaruhi oleh kerja hormone seksual yang mengatur kerja system reproduksi

About these ads

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: