EKSTEROSEPTOR PADA HEWAN

10 09 2010

Eksteroseptor adalah suatu alat penerima rangsang dar luar. Ada beberapa jeis eksoreseptor pada hewan yaitu:
1.    Pit organ
Merupaka indera perasa panas yang digunakan oleh hewan untuk menangkap mangsanya. Alat ini dimiliki oleh ular. Pit organ terletak diantara mata dengan lubang hidung dan pada bagian muka. Bentuknya berupa saluran berisi darah  dan ujung-ujung sarfa yang sangat peka terhadap panas.

2.    Gurat Sisi
Ditemukan pada hewan vertebrata rendah seperti ikan dan amphibi. Gurat sisi ini merupakan suatu saluran di bawah kulit yang mempuntai saluran ke luar tubuhnya. Di permukaan tubuhnya saluran-saluran itu merupakan lubang-lubang membentuk barisan dalam satu garis. Pada saluran gurat sisi terdapat rambut-rambut sensoris yang letaknya teratur disebut neuromast. Fungsi neuromast adalah sebagai indera yang peka terhadap tekanan dan arus air, mengetahui objek yang bergerak berupa mangsa atau musuhnya.

3.     Rheotaksis
Merupakan suatu kecenderungan dari makhluk hidup utnuk menerima rangsang mekanis dari arus air karena daa gerakan misalnya pada Planaria yang akan mengadakan reaksi terhadap arus air debagn reseptor yang ada pada seluruh tubuhnya.

4.    Anemotaksis
Kemampuan hewan untuk mengetahui aliran udara di sekitarnya. Anemotaksis ini terdapat pada insect. Mereka berorientasi di udara dengan menggunakan reseptor untuk mengetahui tekanan udara dan arus udara. Reseptor ini terdapat pada bagian dasar dan kepala.

5.    Indera Pengecap
Indera pengecap sangat penting bagi kelangsungan hidup hewan. Pada umunya pada hewan yang memiliki alat penciuman yang kurang tajam, kurang berkembang pula alat pengecapnya. Pada ikan dan amphibi ditemukan alat pengecap pada kulitnya. Pada jenis ikan tertentu indera pengecap terdapat pada moncong bagian bawah. Selain pada hewan-hewan vertebrata, alat kecap ini juga terdapat pada invertebrate seperti Hydra, walaupun belum mempunyai putting pengecap.
6.    Kemoreseptor
Indera penciuman dan pengecap disebut juga kemoreseptor sebab indera penciuman bisa mencium berbagi sifat zat kimia terutama bahaya dan indera pengecap meruapakan alat yang bisa merasakan zat kimia. Hewan invertebrate memiliki beberapa kemoreseptor yang berkembang baik dan berperan penting dalam kelangsungan hidupnya. Misalnya pada Protozoa jika ditetesi dengan asam lemah maka dia akan menggerakan pseudopodinya. Hydra dapat membendakan makanan yang hidup dan mati. Planaria mempunyai kemoreseptor yang berkembang baik pada bagian samping kepala, dengan alat ini planaria dapat menentukan adanya makanan begitu pula dangan Mollusca.





STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI

10 09 2010

A.    Konsep Pembelajaran Ekspositori
Istilah ekspositori berasal dari konsep eksposisi yang berarti memberi penjelasan. Dalam konteks pembelajran, eksposisi merupakan strategi yang dilakukan guru untuk mengatakan atau menjelaskan fakta-fakta, gagasan-gagasan dan informasi-informasi penting lainnya kepada para pembelajar.
Jadi, strategi pembelajaran ekspoditori adalah strategi pembelajran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seseorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pembelajaran secara optimal. Menurut Roy Killen (1998), menanamkan strategi ini sebagai istilah strategi pembelajaran langsung (Direct Introduction) karena materi pembelajaran tersebut langsung disampaikan kepada siswa.
Karakteristik strategi ekspositori yaitu:
1.    dilakuakan dengan cara penyampaian materi pembelajaran secara verbal artinya bertutur secra lisan yang merupakan alat utama dalam melakukan strategi ini.
2.    materi yang disampaikan adalah materi pembelajaran yang sudah jadi, seperti data atau fakta, konsep-konsep tertentu yang harus dihafal sehingga tidak menuntut siswa untuk berpikir ulang
3.    Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi sendiri artinya setelah proses pembelajaran berakhir siswa diharapkan dapat memahami yang benar yaitu mengingat kembali materi yang telah diuraikan

Strategi pembelajaran ekspositori dapat dikatakan efektif manakala:
1.    Guru yang menyampaikan bahan-bahan baru serta kaitannya dengan yang harus  dipelajari siswa
2.    Apabila guru menginginkan siswa mempunyia model intelektual tertentu misalnya agar siswa dapat mengingat bahan pelajaran dapat mengungkapkan bila diperlukan kembali
3.    Jika ingin membangkitkan pengetahuan siswa tentang topic tertentu jadi materi pelajaran bersifat pancingan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
4.    Guru menginginkan untuk mendemontrasikan suatu teknik atau prosedur tertentu untuk kegiatan praktik
5.    Apabila seluruh siswa memilki tingkat kesulitan yang sama sehingga guru perlu menjelaskna untuk seluruh siswa
6.    Jika lingkungan tidak mendukung untuk menggunakan strategi yang berpusat pada siswa misalnya tidak ada sarana dan prasarana yang dibutuhkan
7.    Jika guru tidak memilki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa.

B.    Prinsip-Prinsip Strategi Pembelajaran Ekspositori
1.    Berorientasi pada tujuan
Walaupun penyampaian materi pelajaran merupakan cirri utama dalam strategi pembelajaran ekspositori melalui metode ceramah, namun tidak berarti proses penyampaian materi tanpa tujuan pembelajaran. Sebelum strategi diterapkan oleh guru maka guru harus merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur. Seperti criteria pada umumnya tujuan pembelajaran harus dirumuskan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diukur atau berorientasi pada kompetensi yang harus dicapai siswa. Strategi pembelaran ekspositori tidak akan mungkin mengejar tujuan kemampuan berpikir tingkat tinggi misalnya kemampuan untuk menganalisis, mengintesis, mengevaluasi sesuatu namun tidak berarti tujuan kemampuan taraf rendah. Justru tujuan itulah yang harus dijadikan ukuran dalam menggunakan strategi ekspositori.

2.     Prinsip Komunikasi
Proses pembelajran dapat dikatakan sebagai proses komunikasi yang merujuk pada proses penyampaian pesan dari seseorang kepada seseorang atau sekelompok orang. Pesan yang disampaikan  adalah materi pembelajaran yang diorganisisr dan disusun sesuai dengan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Dalam proses komunikasi guru berfungsi sebagai sumber pesan dan siswa sebagai penerima pesan.
Dalam komunikasi selalu terjadi pemindahan pesan informasi dari sumber pesan ke penerima pesan. System komunikasi dikatakan efekrif jika pesan dapat ditangkap oleh penerima pesan secra utuh. Dan jika pesan tersebut tidak diterima dengan baik maka system komunikasi tersebut idak efektif. Kesulitan menangkap pesan disebabkan oleh gangguan yang menghambat kelancaran komunikasi sehingga siswa tidak dapat menerima pesan yang ingin disampaikan. Strategi ekspositori menekankan pada proses penyampaian, maka prinsip komunikasi sangat penting untuk diperhatikan.

3.    Prinsip Kesiapan
Kesiapan merupakan salah satu hukum belajar. Inti dari hukum belajara adalah setiap individu akan merespon dengan cepat dari setiap stimulus manakala dalam dirinya sudah memiliki kesiapan dan tidak mungkin merespon jika tidak memiliki kesiapan. Agar siswa dapat menerima pesan informasi sebagai stimulus yang kita berikan, kita harus memposisikan mereka dalam keadaan siap baik secara fisik maupun psikis untuk menerima pelajaran. Oleh karena itu sebelum menyampaikan informasi apakah dalam otak anak sudah tersedia file yang sesuai dengan jenis informasi yang akan kita sampaikan atau belum. Jika belum kita sediakan dahulu agar dapat menampung setiap informasi yang kita berikan

4.    Prinsip Berkelanjutan
Proses pembelajaran ekspositori harus  dapat mendorong siswa untuk mau mempelajari meteri pelajaran lebih lanjut. Pembelajaran bukan berlangsung pada saat itu saja tetapi juga untuk waktu selanjutnya. Ekspositori berhasil jika melalui proses penyampaian dapat membawa siswa pada situasi ketidakseimbangan sehingga mendorong untuk mencari dan menemukan semdiri melalui proses belajar mandiri.

C.    Prosedur Strategi Ekspositori
1.    Rumuskan Tujuan yang Ingin Dicapai
Merumuskan tujuan yang ingin dicapai merupakan langkah pertama yang harus dipersiapkan guru. Tujuan yang ingin dicapai sebaiknya dirumuskan dalam bentuk tingkah laku yang spesifik dan berorientasi dari hasil belajar. Pembelajaran dengan cara ceramah menyebabkan guru terlena dengan pembahasan yang dilakukan sehingga materi pelajaran melebar, tidak focus pada permasalahan dengan rumusan tujuan yang jelas maka tujuan yang harus dicapai akan menjadi factor yang mengikat bagi guru dalam menyampaikan bahan pelajaran.

2.    Kuasai Materi dengan Baik
Penguasaan materi dengan baik merupakan syarat mutlak penggunaan strategi ekspositori. Penguasaan materi yang sempurna akan membuat kepercayaan diri guru meningkat sehingga guru akan mudah mengelola kelas, ia akan bebeas bergerak, berani menatap siswa, tidak takut dengan prilaku siswa yang mengganggu jalannya proses belajar mengajar. Agar guru dapat menguasai materi pelajaran maka yang dilakukan yaitu:
–    pelajari sumber belajar yang muktahir
–    persiapkan masalah-masalah yang mungkin muncul dengan cara menganalisis materi pelajaran dengan detail
–    buat garis besar materi yang disampaikan untuk memandu dalam penyajian

3.    Kenali Medan dan Berbagai Hal yang dapat Mempengaruhi Proses Penyampaian
Mengenali lapangan atau medan merupakan hal penting dalam persiapan. Pengenalan medan yang baik memungkinkan guru untuk mnegantisipasi kemungkinan yang mengganggu penyajian materi pelajaran. Hal-hal yang berhubungan dengan medan yang harus dikenali yaitu:
–    latar belakang audiens/ siswa yang akan menerima materi misalnya kemampuan dasar, pengalaman belajar sesuai dengan materi, minat dan gaya belajar siswa.
–    Kondisi ruangan baik ruangan baik luasnya atau besarnya ruangan, pencahayaan, posisi tempat duduk, kelengkapan ruangan. Pemahaman kondisi ruangan diperlukan untuk mengatur tempat duduk dan menempatkan media yang digunakan

D.    Langkah-Langkah  dalam Penerapan Ekspositori
1.    Persiapan (Preparation)
Dalam strattegi ekspositori langkah persipan sangat penting, keberhasilan pembelajaran sangat tergantung dari langkah persiapan. Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan persiapan yaitu:
–    mengajak siswa keluar dari kondisi mental yang pasif
–    membangkitkan motivasi dan minat siswa untuk belajar
–    merangsang dan menggugah rasa ingin tahu siswa
–    menciptakan suasana dan iklim pembelajaran yang terbuka
Beberapa hal yang harus dilakukan dalam langkah persipan yaitu:
a.    Berikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negative
Memberikan sugesti yang positif akan dapat membangkitkan kekuatan pada siswa untuk menembus rintangan dalam belajar. Sebaliknya sugesti yang negative dapat mematikan semangat belajar

b.     Mulailah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai
Mengemukakan tujuan sangat pentinga rtinya dalam setiap proses belajar mengajar. Dengan mengumukakan tujuan, siswa akan paham dengan apa yang harus mereka kuasai serta mau dibawa kemana mereka. Dengan demikian tujuan merupakan pengikat baik bagi guru maupun siswa

c.    Bukakan file dalam otak siswa
Seperti halnya sebuah computer, data akan tersimpan jika sudah tersedia filenya. Begitu juga otak manusia, materi pelajaran akan ditangkap dan disimpan dalam memori jika sudah tersedia file yang sesuai. Sebelum kita menyampaikan materi pelajaran sebaiknya terlebih dahulu kita harus membuka file dalam otak siswa agar materi bisa cepat ditangkap.

2.    Penyajian (Presentation)
Langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang dilakukan. Dalam penyajian, bagaimana agar materi yang kita sampaikan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyajian yaitu:
a.    Penggunaan bahasa
Penggunaan bahasa merupakan aspek yang sangat berpengaruh untuk keberhasilan presentasi. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan bahasa:
–    bahasa yang dipakai harus dipahami dan komunikatif agar mudah dipahami
–    dalam penggunaan bahasa harus memperhatikan tingkat perkembangan siswa. Misalnya penggunaan bahasa untuk SD berbeda dengan mahasiswa.

b.     Intonasi suara
Intonasi suara adalah pengaturan suara agar sesuai dengan pesan yang disampaikan. Guru yang baik akan memahami kapan ia harus meninggikan dan melemahkan suara. Pengaturan suara akan membuat perhatian siswa terkontrol.

c.    Mnejaga kontak mata dengan siswa
Dalam proses penyajian materi pelajaran, kontak mata merupakan hal penting untuk membuat siswa tetap memperhatikan pelajaran. Melalui kontak mata , siswa bukan hanya merasa dihargai tetapi juga seakan-akan diajak terlibat dalam proses penyajian. Pandanglah siswa secar bergiliran, jangan biarkan pandangan tertuju pada hal-hal di luar materi.

d.    Menggunakan joke-joke yang menyegarkan
Menggunakan joke adalah kemampuan guru untuk menjaga kelas agar tetap hidup dan segar melalui penggunaan kalimat atau bahasa yang lucu. Guru dapat memunculkan joke bila dirasakan siswa sudah kehilangan konsentrasi yang bisa dilihat dari cara mereka  duduk tidak tenang, cara mereka memandang atau gejala-gejala prilaku tertentu misalnya misalnya memainkan alat tulis atau mengetuk-ngetuk meja.

3.     Korelasi (Corelation)
Langkah korelasi adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa dengan hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitan dengan struktur pengetahuan yang dimiliki. Langkah korelasi dilakukan untuk memberi makna terhadap materi pelajaran. Sering terjadi dalam suatu pembelajaran dari guru dimana ia tidak dapat menangkap makna materi yang ia ajarkan.

4.    Menyimpulkan (Generalitation)
Menyimpulkan adalah tahapan untuk memahami inti dari materi pelajaran yang telah disajikan. Langkah menyimpulkan dalam strategi pembelajaran strategi ekspositori yaitu mengambil inti sari dari proses penyajian. Menyimpulkan berarti memberikian keyakinan kepada siswa tentang kebenaran suatu paparan sehingga siswa tidak ragu. Menyimpulkan bisa dilakuakan dengan cara:
–    mengulang kembali inti materi menjadi pokok persoalan
–    cara memberikan beberapa pertanyaan yang relevan dengan materi yang telah disajikan
–    cara maping melalui pemetaan keterkaitan antar materi pokok-pokok materi
5.    Mengaplikasikan (Aplication)
Langkah aplikasi adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru. Langkah ini sangat penting sebab melalui langkah ini guru akan dapat mengumpulkan informasi tentang penguasaan dan pemahaman materi pelajaran. Teknik yang digunakan adalah:
–    dengan membuat tugas yang relevan dengan materi yang telah disajikan
–    dengan meberikan tes yang sesuai dengan materi pelajaran yang telah disajikan.

E.    Keunggulan dan Kelemahan Strategi Ekspositori
1.    Keunggulan
–    Guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pelajaran dengan demikian ia dapat mengetahui sampai sejauh mana siswa mneguasai bahan pelajaran yang disampikan
–    Merupakan strategi pembelajaran yang sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas, sementara itu waktu yang dimiliki belajar sangat terbatas
–    Bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar.
2.    Kelemahan
–    Hanya bisa digunakan untuk siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik.
–    Tidak bisa melayani perbedaan individu baik perbedaan kemampuan, pengetahuan, minat bakat serta perbedaan gaya belajar.
–    Sulit mnegembangkan kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan berpikir klinis
–    Keberhasilan strategi ini tergantung dengan guru
–    Gaya komunikasi yang satu arah menyebabkan kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa akan materi pembelajaran terbatas dan juga bisa mengakibatkan pengetahuan yang dimiliki siswa terbatas dengan apa yang diberikan olah guru





HARI RAYA NYEPI

10 09 2010

1. Pengertian dan Hakekat Nyepi

Hari raya Nyepi adalah perayaan hari tahun baru Saka yang jatuh pada penanggalan apisan sasih kadasa sehari setelah Tilem Kadasa atay bisa juga dikatakan hari penyucian untuk mencapai keseimbangan buana agung dan buana alit.
Sarana penyucian yang digunakan adalah mantram, tirtha yang berfungsi melebur malaning bumi, api suci berfungsi untuk pem,basmi. Untuk memperoleh kedua sarana tersebut dilakukan dengan cara upacara keagamaan yang disesuaikan desa desa, kala dan patra serta yoga semadhi. Bagi masyarakat Hindu di Bali, penyucian terhadap buana agung diwujudkan dengan menyelenggarakan upacara melasti dan pencaruan tawur kasanga, sedangkan penyucian terhadap buana alit dilakukan dengan Catur Brata Penyepian.
Hakekat Nyepi adalah penyucian buana agung dan buana alit untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin, terbinanya kehidupan yang berlandaskan Satyam (kebenaran), Siwam(kesucian) dan Sundaram (keindahan).

2. Sejarah Nyepi

Pada tahun 78 masehi seorang dari Dinasti Kusana bernama Raja Kaniska I naik tahta kerajaan. Raja ini sangat bijaksana bahkan pada hari Minggu tanggal 21 Maret 79. Purnama Waisaka yang kebetulan pada hari itu gerhana bulan, menetapkan kelender sistem Saka untuk mengenang kejayaan dan hari penobatannya. Sejak saat itulah ditetapkan perayaan tahun Saka.

Diresmikannya tahun Saka oleh Raja Kaniska I merupakan tonggak sejarah yang mentup permusuhan anatr suku di India sebelumnya. Semenjak saat itul bangkitlah toleransi antar suku bahkan antar agama.

Sejak ditetapkannya tahun Saka oleh raja Kaniska I, tahun ioni kemudian dipakai pula sampai ke India Utara yang sebelumnya memakai tahun Candra, demikian pula di India Timur bahkan terus berkembang ke Nusantara khususnya Bali. Dan sejak saat itu terjadilah pembauran antara tahun Saka (yajng memakai oerhitungan matahari) dengan tahun Candra.

Sepanjang sejarah Indonesia dari ratusan prasasti yang ditemukan dari jaman Sriwijaya sampai Majapahit prasasti-prasasti tersebut menggunakan tahun Saka.

Bentuk perayaan Nyepi pada zaman kejayaan Nusantara belum diketahui secara terperinci. Namun sesuai dengan pupuh LXXXIX kitab Negarakertagamabahwa semua aturan di Majapahit sepenuhnya juga diikuti di Bali, maka perrayaan Nyepi tidak dapat dilepas dari bagaimana umat Hindu merayakan di pulau Bali.

Di bali perayaan Nyepi bersumber pada dua buah lontar yaitu Sundarigama dan Swamandala, di samping tradisi yang turun menurun. Tradisi atau acara di dalam bahasa sansekerta memegang peranan terpenrting dalam sebagai wahama penunjang kehidupan beragama. Tidak kalah pentingnya dan pada akhirnya peranan Parisada Hindu Dharma Indonesia sebagai majelis tertinggi umat Hindu di Indonesia memberikan tuntunan, pengarahan dan pembinaan terhadap umat Hindu di Indonesia.

Nyepi di Indonesia dirayakan pada tanggal 1 bulan Waisakha dengan ”pati agni” yang sebelumnya pada hari Tilem bulan Chaitra dilaksanakan upacara Tawur Agung Kesanga, upacara Bhuta yadnya yang dilaksaanakan setiap tahun sekali. Jadi perayaan Nyepi di Indonesia mempergunakan perhitungan ”Luni Solar Sistem” yang merupakan perpaduan antara tahun Saka dengan tahun candra.

3. Catur Brata Penyepian

Brata adalah pengendalian diri yang pada hakekatnya adalah yadnya dan bakti yang ditunjukkan kepada Ida sang Hyang Widi Wasa.

Tujuan pelaksanaan brata adalah:

  1. Untuk menyucikan diri lahir dan batin.
  2. Untuk melaksanakan yadnya dan bakti. Secara sekala (nyata) yadnya dilakukan dengan upakara dan upacara sebelum hari raya Nyepi sedangkan secara niskala (abstrak) diwujudkan dengan tapa, brat, yoga dan semadi.
  3. Untuk melaksanakan :”amulat sarira” atau instropeksi diri yakni menilai kembali perbuatan atau keberhasilan dan kegagalan di masa lampau.
  4. Untuk melaksanakan program kerja atau langkah selanjutnya sesuai dengan pertimbangan budi pekerti yang merupakan pancaran dari Sang Atma yang berstana dalam diri kita masing-masing.

Bagian-bagian dari Catur Brata Penyepian adalah:

  1. a. Amati Geni

Pada hakekatnya amati geni adalah mematikan kobaran api indriya. Utnuk melaksankan amati geni secara efektif maka dilakukan dalam bentuk monobrata yaitu kegiatan dalam bentuk meghentikan aktivitas mulut dan Upawasa yaitu berpuasa dengan tidak menikmati makanan atau minuman.

  1. b. Amati Karya

Artinya tidak melaksanakan kerja secara fisik sebagai upaya melaksanakan tapa (pengekangan indriya), brata ( taat dan teguh pada janji), yoga (menghubungkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi) dan semadhi (pemusatan pikiran untuk mencapai kebahagiaan sejati)

  1. c. Amati Lalanguan

Artinya tidak menikmati keindahan atau sesuatu yang mengasyikan. Pikiran dipusatkan utnuk menenungkan keagungan Sang Hyang Widhi untuk intropeksi diri dan mendengar suara alam tanpa aktivitas manusia/

  1. d. Amati Lalungaya

Berarti tidak berpergian kemanapun dalam artian tidak keluar rumah untuk mendukung kegiatan tapa, brat, yoga dan semadi.





MATERI PELAJARAN

10 09 2010

1. Pengertian Materi Pelajaran

Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa materi pembelajaran (instructional material) adalah  pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Menurut National Center for Vocational Education Research Ltd ada tiga pengertian materi pembelajaran yaitu: 1) merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/ instruktur untuk perencanaan dan penelaah inplementasi pembelajaran; 2) segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam kegiatan belajar mengajar di kelas; 3) seperangkat substansi pembelajaran yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok yang utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam proses pembelajaran.
Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Artinya materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar serta indicator.

2. Jenis-Jenis Materi Pelajaran

Jenis-jenis materi pembelajaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a.    Fakta adalah segala hal yang berwujud kenyataan dan kebenaran, meliputi nama-nama objek, peristiwa, lambang, nama tempat, nama orang dan lain sebagainya. Contoh: mulut, paru-paru
b.    Konsep adalah segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, cirri khusus, hakikat, inti/isi dan sebagainya. Contoh: Hutan hujan tropis di Indonesia sebagai sumber plasma nutfah, Usaha-usaha pelestarian keanekargaman hayati Indonesia secara in-situ dan ex-situ, dsb.
c.    Prinsip adalah berupa hal-hal pokok dan memiliki posisi terpenting meliputi dalil, rumus, paradigm, teori serta hubungan antar konsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat. Contoh: hukum Handy-Weinberg
d.    Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam melakukan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem. Contoh: langkah-langkah dalam menggunakan metode ilmiah yaitu merumuskan masalah, observasi, hipotesis, melakukan eksperimen dan menarik kesimpulan.
e.    Sikap atau nilai merupakan hasil belajar aspek sikap.
Contoh: Pemanfaatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan, yaitu pengertian lingkungan, komponen ekosistem, lingkungan hidup sebagai sumberdaya, pembangunan berkelanjutan

3. Prinsip-Prinsip Penentuan Materi Pelajaran

Prinsip – prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah:
a.    Relevansi (kesesuaian)
Materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Jika kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta, bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi lain. Contoh:  kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah ”mendeskripsikan sistim gerak pada manusia dan hubungannya dengan manusia” maka pemilihan materi pembelajaran yang disampaikan seharusnya ”
b.     Konsistensi (keajegan)
Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik ada dua macam maka materi yang diajarkan juga harus meliputi dua macam. Contoh: kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah ”pengajaran mengenai sistem panca indera”
c.    Adquency (kecukupan)
Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai konpetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit maka kurang membantu tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya jika terlalu banyak maka akan mengakibatkan keterlambatan dalam pencapaian target kurikulum.

Dalam pengembangan materi belajar guru harus mampu mengidentifikasikan dan mempertimbangkan hal-hal berikut:
a.    Potensi peserta didik meliputi potensi intelektual, emosional, spiritual, sosial dan potensi vokasional
b.    Relevansi dan karakteristik daerah. Jika peserta didik bersekolah dan berlokasi di daerah pantai, maka pengembangan materi pembelajaran diupayakan agar selaras dengan kondisi masyarakat pantai.
c.    Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual peserta didik
d.    Kebermanfaatan bagi peserta didik. Pengembangan materi pembelajaran diupayakan agar manfaatnya dapat dirasakan peserta didik dalam waktu yang relative singkat setelah suatu materi pembelajaran tuntas dilaksanakan.
e.    Struktur keilmuan yang sesuai dengan materi pembelajaran suatu ilmu.
f.    Aktulaitas, kedalaman dan keluasan materi pembelajaran. Mengembangkan materi pembelajaran hendaknya mempertimbangkan potensi peserta didik, tingkat perkembangan peserta didik, kebermanfaatan bagi peserta didik, alokasi waktu dan perkembangan peradaban dunia
g.    Relevansi kebutuhan peserta didik dan tuntunan lingkungan
h.    Alokasi waktu

4. Cakupan Materi Pelajaran

Dalam cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran harus memperhatikan beberapa aspek berikut:
a.    Aspek kognitif, aspek afektif atau aspek psikomotor, karena ketika sudah diimplementasikan dalam proses pembelajaran maka tiap-tiap jenis uraian materi tersebut memerlukan strategi dan media pembelajaran yang berbeda-beda. Selain memperhatikan jenis materi juga harus memperhatikan prinsip-prinsip yang perlu digunakan dalam menentukan cakupan pembelajaran yang menyangkut keluasan dan kedalaman materi
b.    Keluasan materi berarti menggambarkan seberapa banyak materi-materi yang dimasukkan ke dalam suatu materi pembelajaran. Kedalaman materi yang menyangkut rincian konsep-konsep yang terkandung di dalamnya yang harus dipelajari oleh peserta didik.
c.    Kecakupan atau memadainya cakupan materi juga perlu diperhatikan. Memadainya cakupan aspek materi pembelajaran akan sangat membantu tercapainya penguasaan kompetensi dasar yang telah ditentukan.  Cakupan atau ruang lingkup materi perlu ditentukan untuk mengetahui apakah materi yang akan diajarkan terlalu banyak, terlalu sedikit atau telah memadai sehingga terjadi kesesuaian dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai.





Sistem Respirasi Aves

26 10 2009

Sistem Respirasi Aves pada dasarnya sama seperti sistem pada respirasi pada mammmalia hanya saja pada aves terdapat pundi-pundi udara yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan udara pada waktu terbang. penasaran kan buka aja disini





METABOLISME

26 10 2009
Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh mahluk hidup atau sel . Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Metabolisme secara harfiah mempunyai arti “ perubahan” ( bahasa yunani metabole = berubah) yang dipakai untuk menunjukkan semua perubahan kimia dan energi yang terjadi di dalam tubuh, atau secara sederhana adalah penggunaan makanan dalam tubuh.
Secara keseluruhan, metabolisme dikaitkan dengan pengaturan sumber daya materi dan energy. Beberapa jalur metabolisme membebaskan energy dengan merombak molekul-molekul kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana.  Proses ini disebut dengan katabolisme. Proses utama dari katabolisme adalah respirasi seluler. Pada proses respirasi seluler, glukosa dan bahan organic akan  dirombak menjadi karbondioksida dan air. Sebaliknya anabolisme memakai energy untuk membangun kompleks dari molekul-molekul yang lebih sederhana. Salah satu contoh dari anabolisme adalah sintesis asam amino.  Dengan kata lain metabolisme dalam tubuh ada dua fungsi yaitu sebagai penghasil energy berupa ATP dan biosintesis
Di dalam berbagi jenis kegiatan sehari-hari secara umum ada dua aktivitas metabolisme yaitu
a. Metabolisme aerob merupakan metabolisme yang bergantung terhadap ketersediaan oksigen untuk membantu proses pembakaran sumber energy sehingga juga akan bergantung terhadap kerja optimal dari organ-organ tubuh untuk dapat mengangkut oksigen agar proses pembakaran sumber energy dapat berjalan sempurna.
b. Metabolisme anaerob merupakan metabolisme yang tidak bergantung pada ketersediaan oksigen, sehingga untuk memecah sumber energy maka diperlukan energy secara tepat dalam waktu yang kontinu untuk durasi yang cukup lama.
Proses metabolisme anaerob dapat menghasilkan energy dalam bentuk ATP dengan laju yang lebih cepat dibandingkan dengan metabolisme aerob namun hanya dalam waktu yang terbatas. Walaupun prosesnya dapat berjalan lebih cepat, namun metabolisme anaerob hanya menghasilkan molekul ATP dalam jumlah yang sedikit jika dibandingkan dengan metabolisme aerob. Proses metabolisme aerobic juga dikatakan proses yang bersih karena selain akan menghasilkan energy, proses tersebut akan menghasilkan produk sampingan berupa karbondioksida dan air. Hal ini berbeda dengan proses metabolisme anaerobic yang juga akan menghasilkan produk sampingan berupa asam laktat yang apabila terakumulasi dapat menghambat kontraksi otot.
Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh mahluk hidup atau sel . Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Metabolisme secara harfiah mempunyai arti “ perubahan” ( bahasa yunani metabole = berubah) yang dipakai untuk menunjukkan semua perubahan kimia dan energi yang terjadi di dalam tubuh, atau secara sederhana adalah penggunaan makanan dalam tubuh.
selengkapnya download disini




Bentuk Kehidupan Ekosistem Pantai

14 10 2009
Bentuk Kehidupan Ekosistem Pantai
Air sangat penting bagi kehidupan, tetapi ketersediaannya bervariasi secara dramatis di berbagai habitat. Organisme air tawar dan air laut hidup terendam di dalam suatu lingkungan akuatik tetapi organisme tersebut menghadapi permasalahan keseimbangan air jika tekanan osmosis intraselulernya tidak sesuai dengan tekanan osmosis air di sekitarnya.
Bentuk kehidupan ekosistem pantai di Serijong adalah bioma akuatik. Kehidupan berasal dari air dan berevolusi di sana selama hamper 3 miliar tahun sebelum tumbuhan dan hewan mulai berpindah ke daratan. Bioma akuatik masih mewakili bagian terbesar dalam biosfer. Para ahli ekologi membedakan antara bioma air tawar dan bioma air laut berdasarkan perbedaan fisik dan kimiawi. Sebagai contoh, bioma pantai  umumnya memiliki konsentrasi garam rata- rata 3 % , sementara bioma air tawar umumnya memiliki ciri konsentrasi garam yang lebih rendah dari 1 %. Lautan menutupi sekitar 75 % permukaan bumi, dan memiliki dampak yang sangat besar pada biosfer. Penguapan air laut akan menyediakan uap air yang akan menjadi sebagian besar curah hujan di planet ini, dan suhu lautan berpengaruh pada pola iklim dan angina di dunia. Selain itu alga dan bakteri fotosintetik menyediakan sebagian besar oksigen (O2) dunia dan mengkonsumsi sebagian besar karbon dioksida (CO2).
Cahaya diserap oleh air itu sendiri dan oleh mikroorganisme yang ada di dalamnya, sedemikian rupa sehingga intensitasnya menurun secara cepat dengan bertambahnya kedalaman. Para ahli ekologi membedakan antara zona fotik di again atas, yaitu daerah yang cahayanya mencukupi untuk fotosintesis, dan zona afotik di bagian bawah, yaitu daerah dengan sedikit sekali cahaya yang menembus samapai ke daerah itu. Energi panas dari cahaya matahari akan menghangatkan permukaan air hingga ke bagian air yang dapat ditembus oleh cahaya matahari , tetapi air di tempat yang lebih dalam tetap sangat dingin.
Air sangat penting bagi kehidupan, tetapi ketersediaannya bervariasi secara dramatis di berbagai habitat. Organisme air tawar dan air laut hidup terendam di dalam suatu lingkungan akuatik tetapi organisme tersebut menghadapi permasalahan keseimbangan air jika tekanan osmosis intraselulernya tidak sesuai dengan tekanan osmosis air di sekitarnya.
Bentuk kehidupan ekosistem pantai di Serijong adalah bioma akuatik. Kehidupan berasal dari air dan berevolusi di sana selama hamper 3 miliar tahun sebelum tumbuhan dan hewan mulai berpindah ke daratan. Bioma akuatik masih mewakili bagian terbesar dalam biosfer. Para ahli ekologi membedakan antara bioma air tawar dan bioma air laut berdasarkan perbedaan fisik dan kimiawi. Sebagai contoh, bioma pantai  umumnya memiliki konsentrasi garam rata- rata 3 % , sementara bioma air tawar umumnya memiliki ciri konsentrasi garam yang lebih rendah dari 1 %. Lautan menutupi sekitar 75 % permukaan bumi, dan memiliki dampak yang sangat besar pada biosfer. Penguapan air laut akan menyediakan uap air yang akan menjadi sebagian besar curah hujan di planet ini, dan suhu lautan berpengaruh pada pola iklim dan angina di dunia. Selain itu alga dan bakteri fotosintetik menyediakan sebagian besar oksigen (O2) dunia dan mengkonsumsi sebagian besar karbon dioksida (CO2).
Cahaya diserap oleh air itu sendiri dan oleh mikroorganisme yang ada di dalamnya, sedemikian rupa sehingga intensitasnya menurun secara cepat dengan bertambahnya kedalaman. Para ahli ekologi membedakan antara zona fotik di again atas, yaitu daerah yang cahayanya mencukupi untuk fotosintesis, dan zona afotik di bagian bawah, yaitu daerah dengan sedikit sekali cahaya yang menembus samapai ke daerah itu. Energi panas dari cahaya matahari akan menghangatkan permukaan air hingga ke bagian air yang dapat ditembus oleh cahaya matahari , tetapi air di tempat yang lebih dalam tetap sangat dingin.







Follow

Get every new post delivered to your Inbox.